Tampilkan postingan dengan label Sepak Bola Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepak Bola Nasional. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Mei 2012

Pemain TimNas Yang Ke Palestina

skuad timnas ke kujuaraan di palestinaPSSI telah merilis resmi para pemain tim nasional (TimNas) Indonesia yang akan bertarung di sebuah kejuaraan (bisa di katakan tidak resmi) yang berlangsung di Palestina. Dari daftar nama-nama pemain yang di persiapkan oleh tim nasional Indonesia untuk menghadapi kejuaraan tersebut terselit dua nama yang saat ini bermain di kompetisi "ilega", ISL, yaitu Titus Bonay (Persipura) dan Oktovianus Maniani (Persiram).

Untuk menghadapi kejuaraan ini sendiri, Nil Maizar selaku pelatih timnas merah putih mempersiapkan 19 pemain "terbaik" tanah air yang di harapkan mampu berbicara banyak di kejuaraan ini. nama-nama pemain yang di bawa ke Palestina tersebut sebagian besar masing terdengar asing di telinga para penggila bola di tanah air. Selain masih minim pengalaman dengan balutan seragam garuda, mereka juga baru tampil di kompetisi "elit:" tanah air kurang dari satu tahun. 

Harapan dari seluruh penggemar sepak bola di tanah air terhadap tim nasional garuda tidak lain tentu untuk meraih kesuksesan. Namun, tidak sedikit yang pesimis dengan skuad yang ada sekarang peluang timnas untuk menjadi juara tergolong kecil meskipun para pesaing dominan menyertakan para pemain yunior atau lapis kedua dari tim nasional mereka.

Berikut adalah daftar pemain tim nasional Indonesia yang berangkat ke Palestina :
Kiper : Jandia (Semen Padang), Wahyu Tri (Persiba), Endra Prasetya (Persebaya)
Bek : Hamdi Ramdan (Persija), Tanto (Persiba), Nopendi (Persiba), Novan Setyo (Persibo), Kim Jeffrey (Persema)
Gelandang : Jajang (Persibo), Taufik (Persebaya), Bayaou (Persija), Nur Iskandar (Persibo), Abdul Musawir (Persiraja), M. Rakhmat (PSM), Slamet Nur Cahyo (Persiba)
Penyerang : Syamsul Arif (Persibo), Titus Bonai (Persipura), Joshua Pahabol (Semen Padang), Irfan Bachdim (Persema), Okto Maniani (Persiram)

Dengan skuad di atas apakah skuad garuda akan mampu terbang tinggi di Palestina nanti ? Kita tunggu saja akhir daru perjuangan Irfan Bachdim, dkk. di Palestina. Untuk prediksi, silahkan teman-teman memprediksi hasil yang di peroleh oleh timnas melalui kolom komentar di bawah ini.

Rabu, 25 April 2012

CS Vise : Klub Belgia Aroma Indonesia

CS Vise saat ini berlaga di kompetisi level kedua di Liga Belgia, klub yang saat ini di kuasai oleh perusahaan Bakrie. Berkuasanya Bakrie Grup di klub CS Vise di mulai pada bulan April 2011 dan bertahan hingga saat ini.         Memiliki seorang penguasa di sebuah klub di Eropa ternyata memberikan dampak positif bagi perkembangan karir para pemain berbakat di Indonesia. Berkat usaha Bakrie Grup untuk memiliki saham mayoritas di CS Vise ini lah para pemain muda berbakat Indonesia mulai di lirik oleh tim-tim Eropa lainnya.

Sejak satu tahun yang lalu, setidaknya sudah empat pemain Indonesia yang bergabung dengan klub yang bernama lengkap Royal Cercle Sportif Visetois. Sejak menguasai klub ini, Bakrie Grup memang menargetkan untuk menjadikan klub Belgia ini beraroma Indonesia dengan cara merekrut para putra terbaik bangsa di bidang sepak bola. Kebanyakan para pemain asal Indonesia yang di rekrut adalah mereka yang telah bergabung di salah satu program pembinaan yang konon katanya juga di danai oleh Bakrie Grup, yakni tim SAD Indonesia yang tampil di kompetisi Uruguay.

Dari 29 pemain yang di daftarkan oleh CS Vise untuk mengikuti kompetisi Liga Belgia, lima orang di antaranya berasal dari negeri kepulauan ini, Indonesia. Kelima pemain ini adalah mereka-mereka yang sebelumnya telah merasakan kerasnya kompetisi di level junior bersama tim SAD Indonesia di Uruguay. Para pemian Indonesia yang tergabung ke dalam skuad CS Vise pada musim ini adalah :

1. Yericho Christianto
Lahir di Malang tanggal 14 Januari 1992. Tinggi Badan 1,67cm. Pemain yang berposisi di sektor kiri pertahanan ini di juluki sebagai Roberto Carlosnya Indonesia ketika masih bermain bersama tim SAD. Bermain di CS Vise pada pertengahan tahun 2011 yang lalu, Yericho menggunakan nomor punggung 2.

2. Alfin Tuasalamony
Lahir di Maluku pada tanggal 13 November 1992. Tinggi badan 1,73cm dan berposisi sebagai pemain bertahan dengan nomor kostum 18.

Pemain kelahiran Wijhe, Belanda pada tahun 1990 ini adalah salah satu pemain hasil naturalisasi pada era kepemimpinan Nurdin Halid. Sempat membela Pelita Jaya di kompetisi ISL, Ruben akhirnya hijrah ke CS Vise bersamaan dengan kepindahan Syamsir Alam. Di CS Vise, Ruben bermain di posisi gelandang.

4. Yandi Sofyan Munawar
Penyerang CS Vise kelahiran Garut 25 Mei 1992 ini telah bermain di CS Vise sebanyak 14 kali dengan 11 di antaranya masuk sebagai pemain pengganti selama musim kompetisi 2011/2012 tanpa mencetak satu gol pun.

5. Syamsir Alam
Putra Minang kelahiran Agam 6 Juli 1992 ini memiliki postur 178 cm dan bermain sebagai penyerang. Selama membela CS Vise sejak awal tahun 2012 ini, Alam telam bermain sebanyak empat kali. Dari empat pertandingan tersebut, Alam belum sekalipun berhasil menciptakan gol.

Meski pada awalnya kelima pemain ini di ragukan oleh banyak pihak bisa menembus tim inti, walaupun masuk bukan karena skil, ternyata mereka bisa menembus skuad utama CS Vise dengan skil dan bakat yang mereka miliki. Hal ini di lontarkan sendiri oleh sang pelatih yang menyatakan bahwa kelima pemain Indonesia ini memiliki bakat yang besar untuk menjadi pemain hebat. Sebagai bukti dari pernyataan tersebut adalah ketertarikan salah satu klub dari Itaia untuk merekrut Yericho meski sang pemain belum mengkonfirmasi isu tersebut.

Langkah Bakrie Grup membeli mayoritas saham di klub Eropa dan memberikan kesempatan kepada para pemain berbakat di tanah air untuk bergabung dengan klub tersebut patut di pertahankan. Niat tulus untuk menjadikan CS Vise beraroma Indonesia tentu pada akhirnya akan menghasilkan sebuah tim nasional yang tangguh dan bisa bersaing untuk merebut gelar.

Jumat, 13 April 2012

Daftar Calon Pemain TimNas Di Luar Negeri

Melihat kegemaran pengurus PSSI belakangan ini yang menaturalisasi beberapa pemain impor yang tidak memiliki setitik pun darah garuda di tubuh mereka, saya sedikit mengerutkan dada mendengarnya. JIka memang PSSI menginginkan para pemain timnas adalah mereka yang memiliki kualitas Eropa maupun Amerika Latin, PSSI seharusnya menarik pemain yang jelas-jelas memiliki darah garuda di tubuhnya.
Meski beberapa di antara mereka telah menjadi bagian dari anggota timnas tempat mereka bernaung, seperti Radja Nainggolan yang memilih Belgia, sebenarnya masih banyak lagi pemain Indonesia lainnya yang menimba ilmu mengolah bola di negeri sebrang. Siapa saja mereka ? Berikut adalah Calon pemain TimNas Indonesia di luar negeri yang berkesempatan mengenakan kostum garuda di dada.
  • Stefano Lilipaly ( FC Utrecht) 
  • Alessandro Trabuco (Rimini)
  • Syaffarizal Mursalin (Al Khor junior)
  • Michael Timisela (Belanda-VVV)
  • Arthur Irawan (Espanyol) 
  • Syamsir Alam (CS Vise )
  • Jericho Christianto (CS Vise)
  • Alfin Tuasalamony (CS Vise)
  • Yandi Sofyan (CS Vise)
  • Donovan Partosubroto (Ajax Junior)
Apakah ke-10 pemain di atas memiliki peluang untuk bermain bersama timnas Indonesia ? Jika acuannya adalah peraturan FIFA yang menyatakan seorang pemain sepak bola boleh membela negara manapun selama ia belum pernah bermain untuk timnas senior suatu negara, secara otomatis Lilipaly, dkk berpeluang untuk membela garuda di pentas internasional.
Hal ini tentunya menjadi peluang besar bagi Alam, Tuasalamony, Jericho dan Yandi yang merupakan produk dari SAD Indonesia yang bermain di Uruguay untuk menerapkan ilmunya bagi perkembangan prestasi timnas. Kabar terakhir mengatakan bahwa Lilipaly telah mendapat passport Indonesia ketika akan berlangsungnya SEA Games kemarin, namun karena beberap faktor sang pemain akhirnya urung ikut tampil di kejuaraan tingkat ASEAN tersebut.